•   (0274) 562070
  •  balaibahasadiy@kemdikbud.go.id

Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Pekan Pendidikan Nasional #3

May 05 2020

BBDIY, 5 Mei 2020— Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020 di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh 11 UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta di tengah pandemi Corona ini dilaksanakan melalui daring. Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta yang biasanya menggelar pameran dan berbagai pertunjukan sastra dan diskusi kebahasaan melalui tatap muka, kali ini diskusi dilaksanakan melalui media radio.

Senin pagi (4/5) pukul 09.00—10.00, tiga narasumber Dr. Pardi, M.Hum., Dr. Ratun Untoro, M.Hum, dan Mulyanto, M.Hum. membahas Peran Bahasa dalam Masa Pandemi Covid-19 di radio Vedac. Radio milik P4TK Seni dan Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 99.00 FM. Acara itu dipandu oleh Akhir Lusono, M.Pd.

Pembicaraan seru di angkasa tersebut mengerucut pada serangan bahasa asing yang sama hebatnya dengan serangan virus. Ahli Bahasa dan peneliti bahasa seolah kewalahan dengan maraknya istilah asing seperti hazmat, lockdown, social distancing, Covid-19, red zone, contact tracking, hand sanitizer, stay at home, work from home (WFH), herd immunity yang beredar cepat di masyarakat. Penggunaan istilah asing yang kadang tidak dimengerti oleh masyarakat itu sering digunakan salah. Masyarakat hanya mendengar istilah lockdown dan jarang melihat cara penulisan yang benar sehingga malah menulis “laukdaun” atau bahkan download. Covid-19 akronim dari corona virus desease tahun 2019 malah ditulis comfeed, dan masih banyak lagi.

Kekeliruan penggunaan istilah asing tersebut sebenarnya berbahaya apalagi jika berkaitan dengan ilmu kesehatan. Bisa-bisa, sangat besar taruhannya jika salah mengucapkan, menuliskan, dan salah memahami artinya. Oleh karena itu, dengan terengah-engah, ahli bahasa mencari padanan istilahnya. Jaga jarak sosial, alat pelindung diri, isolasi mandiri, pandemi Corona merupakan contoh padanan yang ditawarkan.

Padanan kata dalam bahasa Indonesia menjadi sangat penting. Selain untuk memudahkan masyarakat memahami sebuah istilah, padanan kata itu menjaga kewibawaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

Mari kita gunakan istilah bahasa Indonesia agar dimengerti dan dipahami masyarakat. Jika dalam bahasa Indonesia belum tersedia, kita cari dalam bahasa daerah yang tersebar di Indonesia. Selamat Hari Pendidikan Nasional. (rtn)

Read 80 times
Rate this item
(0 votes)

Standar Layanan