PENYULUHAN BAHASA INDONESIA BAGI GURU BAHASA INDONESIA SMP DAN SEDERAJAT KOTA YOGYAKARTA

by admin / 10 Mei 2019 09:27:50 WIB / Dibaca sebanyak 93 kali


Rangkaian kegiatan Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional di seluruh wilayah DIY masih terus berlangsung. Gelombang ketiga kegiatan ini dilaksanakan di Kota Yogyakarta, tepatnya di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 113 guru Bahasa Indonesia ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori, S.E.,M.Si.. Dalam sambutannya, Budi Santoso Asrori, S.E.,M.Si. mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap para guru dapat mengikuti kegiatan ini sampai tuntas agar ilmu yang nantinya diperoleh dapat ditularkan kepada peserta didik. Berkaitan dengan pendidikan karakter, Budi Santoso mengatakan, “Pendidikan karakter masih menjadi hal utama untuk ditekankan pada siswa agar terbentuk generasi muda yang memiliki pribadi yang baik, bijaksana, jujur, bertanggung jawab, santun dalam berbahasa dan dapat menghormati orang lain. Untuk mencapai semua itu, peran guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan. Seorang guru harus dapat menjadi panutan dan teladan bagi para siswa”.
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan pola 32 jam dengan penyuluh dari Balai Bahasa DIY dan praktisi dari luar Balai Bahasa DIY. Adapun materi yang disampaikan ialah (1) Kebijakan Bahasa dan Sastra Indonesia, (2) Penerapan Ejaan pada Teks, (3) Penggunaan Diksi pada Teks, (4) Penyusunan Kalimat dan Paragraf pada Teks, (5) Bahasa Surat dan Laporan, (6) Apresiasi Sastra (Prosa), serta (7) Apresiasi Sastra (Puisi).
Sebagai guru Bahasa Indonesia, mereka sangat membutuhkan materi-materi tersebut, terutama pedoman tentang kebakuan kebahasaan, baik untuk kepentingan mereka sebagai guru, maupun untuk diajarkan pada peserta didik. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi bagaimana semua itu dapat diterapkan oleh siswa dalam kaitannya dengan kesantunan berbahasa. Salah satu peserta mengatakan bahwa saat ini banyak siswa yang kurang memperhatikan etika berbicara dengan guru, seperti dalam hal pilihan kata. Selain itu, secara praktis kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh para guru untuk mengetahui lebih lanjut perubahan-perubahan kebijakan yang mungkin telah dilakukan.

0 Komentar

Form Komentar



Galeri

DATA KUNJUNGAN

045312
 
Pengunjung hari ini : 25
Total pengunjung : 12785
Hits hari ini : 99
Total Hits : 45312
Pengunjung Online : 1