Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa Badan Publik 2019

by admin / 04 Maret 2019 15:47:54 WIB / Dibaca sebanyak 43 kali

Penggunaan bahasa di badan publik merupakan cerminan sikap atas  kompetensi badan publik terhadap bahasa. Oleh karena itu, diperlukan sikap positif, yaitu sikap tertib berbahasa, agar penggunaan bahasa di badan publik sesuai dengan ketentuan hukum dan kaidah kebahasaan. Untuk itu, pemerintah dan pemerintah daerah perlu menciptakan ketertiban berbahasa dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia untuk memperkuat kedudukannya sebagai bahasa negara.

Pelemahan bahasa negara cenderung terjadi seiring dengan penggunaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, di tempat-tempat umum pada badan publik. Penguatan bahasa asing itu terjadi akibat kenyataan arus informasi dan komunikasi global yang semakin kuat. Di sisi lain, penguatan itu membuat sikap pengguna bahasa Indonesia cenderung bergeser ke arah lebih bangga terhadap penggunaan bahasa asing. Penggunaan bahasa asing dianggap lebih baik dibandingkan dengan bahasa negara. Hal itu mengancam keberlangsungan penggunaan bahasa negara di ruang publik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian penggunaan bahasa di ruang publik yang dimulai dari penggunaan bahasa di badan publik.

Kegiatan ini bertujuan untuk (1) mengawasi dan mengendalikan penggunaan bahasa di badan publik, (2) menyusun bahan pembinaan bahasa pada badan publik, (3) sosialisasi penggunaan bahasa pada badan publik, (4) pengendalian, penertiban, serta evaluasi penggunaan bahasa pada badan publik.

Ada empat kabupaten dan satu kota di DIY yang menjadi wilayah pengawasan. Setiap kabupaten dan kota akan diwakili oleh 50 objek badan publik sebagai sampel pengawasan.  Jumlah keseluruhan objek sasaran ialah 250 badan publik di seluruh DIY. Objek-objek pengawasan dan pengendalian akan ditentukan kemudian. Ada pun setiap objek pengawasan akan dilihat penggunaan bahasa pada unsur-unsur (1) tulisan nama lembaga atau gedung, (2) tulisan nama sarana umum, (3) tulisan nama ruang/ruang pertemuan, (4) tulisan nama produk barang/jasa, (5) tulisan nama jabatan, (6) tulisan petunjuk arah atau rambu-rambu umum, (7) tulisan berbentuk spanduk atau alat informasi lainnya.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini ialah sebuah naskah atau draft laporan penggunaan bahasa yang dapat digunakan sebagai bahan pembinaan bahasa.

0 Komentar

Form Komentar



Galeri

DATA KUNJUNGAN

011471
 
Pengunjung hari ini : 7
Total pengunjung : 3116
Hits hari ini : 61
Total Hits : 11471
Pengunjung Online : 3